Ketua Mahkamah Agung Woo In-seong: Siapakah dia? ⚖️
1. 🔍 Tingkat ketelitian tertinggi: “Anda harus melihatnya sendiri untuk mengetahuinya.”
Halo Kehidupan Sehari-hari Benar sekali! 👋 Banyak dari kalian yang terkejut saat melihat berita kemarin, kan? Itu bahkan bukan pekerjaan yang sedang saya rekrut. Mantan Presiden dan istrinyaSemuanya nyata... Rasanya seperti lembaran sejarah baru sedang dibalik.
Siapa sebenarnya yang membuat keputusan sebesar itu? Ketua Hakim Woo In-seong, Karena penasaran siapa dia, saya mengumpulkan semua informasinya! 🧐
Ciri paling menonjol dari Hakim Woo In-seong adalah Verifikasi mikroskopis Inilah dia. Biasanya, hakim hanya membuat keputusan berdasarkan dokumen, tetapi orang ini berbeda.
“Bawakan saya tas belanja dan lihat apakah tas itu benar-benar bisa memuat 100 juta won.” 🛍️💸
Konon, dia benar-benar membawa tumpukan uang dan tas belanja ke pengadilan dan memasukkannya sendiri, bahkan memeriksa apakah gesper tas mewah itu tergores dengan menyinarinya menggunakan senter ponsel pintar. Saya tidak percaya tanpa bukti.“Dia adalah orang yang memiliki aturan yang sangat jelas.”.
2. ⚖️ Prinsip “menaati hukum” tanpa pengecualian bahkan untuk yang kuat
Inti dari putusan ini adalah proses Memang benar. Hakim Woo mengatakan ini dalam putusannya.
“Penerapan hukum harus dilakukan tanpa diskriminasi antara mereka yang berkuasa dan mereka yang tidak berkuasa.” 🚫👑
Banyak orang bertanya, "Mengapa manipulasi saham tidak bersalah, tetapi hanya penyuapan yang bersalah?" Izinkan saya menjelaskan dengan cara yang bahkan siswa sekolah dasar pun dapat mengerti!
- Manipulasi saham (Deutsche Motors): “Ini mencurigakan, tetapi saya mendengar bahwa dia secara langsung berpartisipasi dalam operasi tersebut. Bukti kuat (rekaman, instruksi) ”Terdapat kekurangan.” 👉 kepolosan
- Penerimaan suap (tas mewah, dll.): “Terdapat bukti penerimaan barang yang jelas, dan ini bukan sekadar hadiah, melainkan permintaan (permintaan) sebagai imbalan.” 👉 Bersalah (1 tahun dan 8 bulan penjara)
dengan kata lain, Terdapat bukti tidak langsung, tetapi tidak ada hukuman yang dapat dijatuhkan tanpa bukti.”"Dia berpegang teguh pada prinsip-prinsip dasar persidangan pidana.".
3. 🌈 Melihat kaum minoritas dan yang lemah
“Jika Anda bertanya, ”Kalau begitu, apakah Anda terlalu berhati dingin?” TIDAK! 🙅♂️
Melihat putusan-putusan sebelumnya kepekaan terhadap hak asasi manusiaIni juga cukup tinggi.
- Ssangyong Motors memecat pekerja yang dinyatakan tidak bersalah: “Jika otoritas publik (polisi) menekan protes secara berlebihan, perlawanan para pekerja dapat dibenarkan.”
- Izin Koreksi Gender Transgender: “Meskipun Anda belum menjalani operasi, identitas seksual Anda tetap harus dihormati.” (Ini benar-benar terobosan di dunia hukum pada saat itu!)
Singkatnya, daripada condong ke arah konservatif atau progresif, Lindungi hak-hak kaum lemah, tetapi verifikasi fakta-fakta kejahatan secara teliti. Kurasa bisa dibilang itu sebuah gaya. 🕵️♂️
4. 🏁 Kesimpulan
Pada akhirnya, Ketua Mahkamah Agung Woo In-seong lebih peduli dengan opini publik atau sentimen politik daripada hal lainnya. Bukti ada di depan mataku Dan '‘Doktrin hukum‘'adalah prioritas utama' Hakim OrtodoksBisa dibilang begitu. Para pekerja kantoran di 3040, jika kalian bertemu bos yang hanya bersaing dengan "fakta" di tempat kerja, mungkin akan melelahkan, tapi tidak akan adil, kan? 😉
Ringkasan tiga baris:
- Ketelitiannya begitu tinggi sehingga tas mewah dan tumpukan uang tunai diverifikasi langsung di pengadilan!
- “Seseorang yang berprinsip dan percaya bahwa ”jika tidak ada bukti, tidak ada kesalahan, jika ada bukti, tidak ada kesalahan.”.
- Dia bersikap hangat terhadap yang lemah, tetapi cenderung membuat penilaian keras ketika menyangkut korupsi di antara mereka yang berkuasa.