🥬 Cara Menjaga Sayuran Tetap Segar Lebih Lama – Kisah Nyata Saya tentang Bagaimana Hal Ini Mengubah Hidup Saya

🥬 Cara Menjaga Sayuran Tetap Segar Lebih Lama – Kisah Nyata Saya tentang Bagaimana Hal Ini Mengubah Hidup Saya

Perjalanan pulang dari toko bahan makanan selalu terasa menyenangkan. Mengisi kulkas dengan sayuran segar terasa seperti awal dari hidup sehat. Tapi perasaan itu tidak pernah bertahan lama. Selada akan layu dalam dua hari, daun perilla akan berubah menjadi hitam dan berlendir, dan bayam akan berbau busuk karena air di dalam kantong. Pada akhirnya, saya selalu membuang lebih dari setengahnya. Saya selalu membenarkannya dengan mengatakan, "Sayuran cepat busuk.".

Namun suatu hari, saat saya membuang sayuran ke tempat sampah, saya tiba-tiba menyadari betapa borosnya hal itu. Itu adalah pemborosan uang, tetapi juga pemborosan energi untuk membuang sayuran yang selalu saya beli dengan penuh tekad. Jadi, sejak hari itu, saya mulai serius merenungkan pertanyaan: Mengapa sayuran begitu cepat busuk?.

  1. Kesalahan mengira bahwa yang perlu Anda lakukan hanyalah memasukkannya ke dalam kulkas.

Saya percaya kulkas adalah solusinya. Saya pikir semuanya akan bertahan lebih lama jika suhunya rendah. Tetapi sayuran adalah organisme hidup. Bahkan setelah dipanen, mereka masih bernapas dan melepaskan uap air. Jika Anda menyimpannya dalam kantong plastik, uap air itu tidak dapat keluar dan hanya menggenang di dalam. Uap air itu menjadi tempat berkembang biak bagi jamur dan bakteri. Masalahnya bukan pada kulkas, tetapi justru saya yang mencekik sayuran tersebut.

  1. Kebiasaan fatal saya mencuci dan menyimpan

Saya pikir kebersihan itu penting, jadi saya mencuci semua sayuran saya segera setelah membelinya. Tetapi seberapa pun saya mengocoknya, saya tidak bisa sepenuhnya menghilangkan kelembapan yang tersisa di antara daun-daunnya. Tetesan kecil itu akan menyebabkan sayuran layu dalam satu atau dua hari. Itulah mengapa saya tidak pernah mencuci sayuran sebelumnya lagi. Saya hanya mencuci secukupnya, tepat sebelum makan. Kebiasaan ini saja telah secara signifikan memperpanjang umur sayuran saya.

  1. Keajaiban dengan sehelai handuk dapur

Saya mencoba metode yang saya temukan secara online: membungkus selada dengan tisu dapur dan menyimpannya dalam wadah kedap udara. Awalnya saya ragu, tetapi hasilnya menakjubkan. Bahkan setelah dua atau tiga hari, selada tetap renyah seperti baru. Ini berkat tisu dapur yang menyerap kelembapan berlebih dan mengatur kelembapan internal. Saya mengulangi metode yang sama dengan daun perilla dan bayam, dan isi kulkas saya berubah.

  1. Setiap sayuran memiliki kepribadian yang berbeda.

Hal berikutnya yang saya sadari adalah bahwa berbagai jenis sayuran membutuhkan metode penyimpanan yang berbeda.
Bawang dan kentang cenderung cepat busuk jika disimpan di lemari es. Tempat yang berventilasi baik dan teduh adalah yang paling optimal.
Bungkus wortel dan mentimun dengan tisu dapur dan masukkan ke dalam wadah kedap udara.
Jamur disimpan dalam kantong kertas tanpa dicuci, didinginkan, dan disimpan. Metode ini sepenuhnya menghilangkan lengket dan bau pada jamur.

  1. Terkejut melihat selada yang sudah berumur lebih dari dua minggu.

Suatu hari, saya mengambil selada dari kulkas, dan selada itu masih bagus, meskipun sudah dua minggu sejak saya membelinya. Sebelumnya, saya pasti sudah membuangnya. Sejak hari itu, setiap kali saya berbelanja bahan makanan, saya berhenti berpikir, "Berapa banyak yang akan saya buang kali ini?" dan mulai berpikir, "Saya akan memakannya semua kali ini.".

  1. Perubahan yang terjadi ketika saya berhenti membuang sayuran

Sejak saya mengurangi pembuangan sayuran, kebiasaan belanja bahan makanan saya berubah. Dulu saya membeli dalam jumlah sedikit karena takut cepat busuk, tetapi sekarang saya merencanakan terlebih dahulu dan membeli dalam jumlah banyak. Setiap kali saya membuka kulkas, aroma segar tercium, bukan bau basi. Dan karena saya selalu menyiapkan bahan-bahan saat memasak, secara alami saya meningkatkan persentase makanan rumahan yang saya buat.

  1. Pada akhirnya, kuncinya adalah 'sedikit rasa jengkel'.‘

Menjaga sayuran tetap segar dalam waktu lama bukanlah teknik khusus. Cukup jangan dicuci, hilangkan kelembapannya, bungkus dengan tisu dapur, dan simpan berdasarkan jenisnya. Kerepotan kecil ini pada akhirnya mengurangi pemborosan makanan, menghemat uang, dan bahkan mengubah kebiasaan makan saya.

Sekarang, saya jarang merasa bersalah seperti dulu ketika membuang sayuran. Setiap kali saya membuka pintu kulkas, alih-alih menghela napas, "Saya harus membuangnya lagi," saya malah dipenuhi kegembiraan, berpikir, "Apa yang harus saya masak hari ini?".
Kebiasaan menjaga sayuran tetap segar lebih lama adalah perubahan kecil yang memberikan perbedaan terbesar di dapur saya.

Tinggalkan komentar