Vitamin C: Kapan waktu terbaik untuk mengonsumsinya?

Vitamin C: Kapan waktu terbaik untuk mengonsumsinya?

Pada hari-hari ketika saya merasa lelah, saya cenderung mengonsumsi vitamin C. Untuk sementara waktu, saya hanya mengonsumsinya kapan pun saya mau, tetapi setelah lebih memperhatikan, saya menyadari perbedaan dalam bagaimana tubuh saya bereaksi. Hari ini, saya ingin berbicara tentang waktu yang tepat untuk mengonsumsi vitamin C, yang telah saya temukan melalui pengalaman saya sendiri.

Mengapa Anda harus mengonsumsi vitamin C setiap hari?

Vitamin C tidak bertahan lama di dalam tubuh, jadi jika Anda melewatkannya bahkan hanya sehari, vitamin tersebut akan cepat hilang. Oleh karena itu, jauh lebih baik mengonsumsi dalam jumlah kecil setiap hari daripada sekaligus. Vitamin C sangat penting untuk menjaga kekebalan tubuh dan kesehatan kulit.

Apakah saya harus meminumnya saat perut kosong atau setelah makan?

Dulu saya percaya bahwa sebaiknya vitamin C dikonsumsi saat perut kosong, jadi saya biasa meminumnya segera setelah bangun tidur di pagi hari. Tetapi kemudian, suatu saat, saya mulai merasa kembung. Saya mengetahui bahwa vitamin C bersifat asam, jadi mengonsumsinya saat perut kosong dapat menjadi masalah bagi orang yang memiliki perut sensitif. Sekarang, saya mengonsumsinya setelah sarapan atau makan siang, yang jauh lebih praktis.

Waktu yang paling saya rekomendasikan

Setelah melalui banyak percobaan dan kesalahan, saya menemukan bahwa memakannya setelah sarapan atau makan siang memberikan hasil terbaik. Itu membuat saya merasa segar saat memulai hari, dan tubuh saya terasa jauh lebih ringan sepanjang hari. Sebaliknya, makan larut malam membuat saya merasa kembung tanpa alasan, jadi akhir-akhir ini saya jarang makan setelah makan malam.

Sebaiknya hindari waktu seperti ini.

Saya pernah mendengar bahwa mengonsumsi vitamin C segera setelah minum kopi dapat mengurangi efektivitasnya, jadi saya menunggu setidaknya 30 menit setelah minum kopi sebelum mengonsumsinya. Hanya dengan mengubah kebiasaan kecil ini saja, saya merasa jauh lebih baik.

Apakah sekali sehari sudah cukup?

Vitamin C tidak bertahan lama di dalam tubuh, jadi lebih baik mengonsumsinya dalam dosis terbagi, biasanya antara sarapan dan makan siang, daripada mengonsumsi dosis besar sekaligus. Jika Anda mengonsumsi 1.000 mg per hari, membaginya menjadi dua dosis 500 mg tampaknya dapat mengurangi beban dan meningkatkan penyerapan.

Kesimpulannya

Vitamin C tidak serumit yang Anda bayangkan.
Bagilah asupan harian Anda dan konsumsilah secara konsisten, sisakan jeda antara kopi dan sarapan atau makan siang.
Hanya dengan mengikuti ini, Anda akan merasa kurang lelah dan tubuh Anda akan terasa jauh lebih ringan.

Jika Anda membiasakan diri mengonsumsi vitamin C, tubuh Anda akan merespons sebelum Anda menyadarinya.

Tinggalkan komentar